MENGAPA SAYA MEMILIH IGI
Dalam sebuah diskusi seorang dosen senior dengan sedih mengatakan bahwa saat ini para guru telah kehilangan idealismenya. Para guru telah terjebak pada pragmatisme dan tidak lagi memiliki spirit perjuangan sebagaimana para guru di zaman lampau.
รขโฌลOh, tidak. Itu karena Anda belum bertemu dengan para guru IGI.รขโฌย Kata saya.
รขโฌลGuru IGIรขโฌยฆ?! Apa itu IGIรขโฌยฆ?!รขโฌย tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.
Kemarin saya mengikuti acara pertemuan para pengurus IGI Jawa Timur di Srambang Park Ngawi yang sedang meluncurkan buku รขโฌลMengapa Saya Memilih IGIรขโฌย dan Jurnal รขโฌลQualitaรขโฌย. Begitu bertemu dengan mereka suasana yang akrab, hangat, dan penuh semangat perjuangan dan idealisme langsung terasa. Orang-orang ini memang para guru luar biasa. Penampilan mereka tetap bersahaja sebagaimana penampilan para guru umumnya tapi begitu mereka berbicara maka Anda akan sadar bahwa Anda berhadapan dengan para guru yang benar-benar memiliki semangat juang dan idealism yang menyala-nyala. Mereka datang dari berbagai kota di Jawa Timur dengan tekad untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, tanpa instruksi dari mana pun, apalagi biaya. Mereka datang dengan biaya sendiri dengan tujuan menimba ilmu dan berkoordinasi untuk menggerakkan para guru di lingkungan masing-masing.
Ketika saya dulu menolak menjadi anggota Golkar saya diskors selama bertahun-tahun. Tapi saya bertahan demi sebuah idealisme. Saya hendak katakan pada dunia pendidikan Indonesia saat itu bahwa guru adalah sosok pinandito sehingga ia haruslah independen, tidak berpolitik praktis, dan tidak partisan. Guru itu tiang paling utama dari bangsa dan negara sehingga harus tegak dan tidak condong. Tapi saya diskors karena sikap itu.
Tapi Indonesia sudah berubah dan kini sebaliknya apa yang menjadi sikap saya tersebut menjadi sikap dan keputusan negara. Guru sebagai PNS atau ASN tidak boleh berpolitik dan harus netral.
Tapi saat ini memilih IGI bagi sebagian guru masih merupakan sebuah perjuangan. Di banyak daerah IGI masih dimusuhi, digencet, ditolak, diancam, diintimidasi, dan bahkan dimutasi. Bayangkanรขโฌยฆ! Di zaman Pendidikan 4.0 masih terjadi penindasan pada guru hanya karena mereka ingin masuk IGI, sebuah organisasi resmi yang diakui oleh pemerintah. Mereka diancam dan diintimidasi oleh para pejabat pendidikan yang berkolusi dengan organisasi guru lainnya yang takut tersaingi oleh IGI. Sungguh tidak masuk akal bahwa ada organisasi profesi guru yang bersikap seperti zaman Orde Baru yang menggunakan kekuasaan untuk menggencet guru-guru yang tidak ingin masuk ke organisasinya. Ini aneh tapi nyataรขโฌยฆ
Mengapa para guru ingin masuk IGIรขโฌยฆ?!
รขโฌลSaya ingin menjadi bagian dari sejarah kemajuan peradaban, bukan untuk ikut arus sejarah.รขโฌย Demikian kata Sudarman almarhum, mantan Kasek SMKN 1 Geger Madiun. รขโฌลKetika bersama KGI (nama IGI dulu) saya berhasil menjalin kerjasama pengembangan bisnis oli di SMKN 1 Geger Madiun dengan Pertamina. Ini berlanjut dengan kerjasama lain sehingga sekolah saya disebut รขโฌลSMK Pertaminaรขโฌย dan jumlah siswa kami meledak menjadi dua kali lipat. Ini sebuah sejarah yang tidak pernah dilakukan oleh sekolah mana pun saat itu. Dan itu semua saya peroleh sejak bergabung dengan KGI.รขโฌย
รขโฌลDi IGI semua yang berkiprah di dalamnya, saya temukan, adalah manusia-manusia yang terpilih hati nuraninya tanpa pamrih apa pun, apalagi mengharap imbalan uang, untuk saling berbagi dan mengembangkan profesionalismenya,รขโฌย kata Dra. Riantasih Indriadni, M..Pd, Guru SMKN 1 Surabaya.
รขโฌลBergabung dengan IGI ibarat menemukan oase di padang pasir. รขโฌล kata Prawoto, guru di SMAN 2 Bojonegoro. รขโฌลAda semangat literasi yang selalu dinyalakan dalam tubuh IGI dan itu yang saya sukai.รขโฌย
รขโฌลMengapa saya suka bergabung dengan IGI? Karena gagasan-gagasan yang diwujudkannya begitu riil dan mudah diterima. Teladan-teladan pribadi yang ada di lingkarannya sangat mengagumkan. IGI adalah komunitas guru belajar tanpa henti. IGI itu gudangnya para guru berprestasi. รขโฌย kata Nurwahyudi, guru SMPN 2 Jogorogo, Ngawi. รขโฌลSaya juga semakin sejahtera sejak bergabung dengan IGI. IGI itu menyejahterakan anggotanya. Sejak bergabung dengan IGI saya bertambah ilmu, bertambah teman, bertambah kreatifitas, saya semakin sejahtera.รขโฌย
รขโฌลIGI memang keren. Melalui organisasi profesi ini guru benar-benar dapat mengubah dirinya sendiri menjadi lebih professional tanpa harus bergantung pada pihak lain mana pun. Para anggota IGI juga menjadi lokomotif penggerak perubahan bagi bangsa.รขโฌย Siti Nur Hasanah, guru SMPN 5 Surabaya.
รขโฌลMenjadi anggota IGI adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi guru seperti saya karena kita benar-benar didorong dan dipacu untuk menjadi guru yang sebenarnya guru. Benar sekali ungkapan bahwa รขโฌยWho dares to teach must never cease to learnรขโฌย Berani jadi guru ya tidak boleh berhenti belajar. รขโฌล kata Sudarwati.
รขโฌลSaya jatuh hati pada IGI.รขโฌย kata Wanda Sulaksono, guru SDN KolursariI, Bangil.รขโฌยBagaimana tidak? Lha wong sejak bergabung dengan IGI walau saya masih sukwan waktu itu tapi saya bisa diberangkatkan ke Pusat Pembelajaran Matematika se Indonesia di P4TK Matematika Jogyakarta. Semua orang di kecamatan saya sampai terkejut, kaget, bahkan ada yang marah. รขโฌลKok bisa seorang sukwan justru terpilih?รขโฌย Saya jawab dengan tegas, รขโฌลAlhamdulillah saya ikut berkat informasi dari IGI, dari sang pelopor kegiatan รขโฌลSharing and Growing Togetherรขโฌย. Sekarang ini setiap tahun saya langganan berangkat ke P4TK Matematika Jogyakarta dan SD saya berhasil menjadi mitra dalam penyelenggaraan seminar pendidikan matematika yang diikuti secara live streaming di seluruh wilayah Indonesia.รขโฌย
รขโฌลIGI itu pilihan tepat bagi guru yang ingin menjadi Guru VIP. Apa itu guru VIPรขโฌยฆ?! Guru yang Visioner, Inspiratif, dan Progresif.รขโฌย Lilik Masruhah, SMPN 2 Wonoayu, Sidoarjo. รขโฌลIGI itu lahir untuk bersinergi dengan siapa saja dan bukan sebagai organisasi tandingan. IGI itu fokus pada upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru.. IGI hadir untuk melengkapi, bukan bersaing. IGI adalah cahaya baru yang menerangi perjalanan guru dalam mengantarkan anak didik menuju cita-cita mulia demi bangsa dan negara ini.รขโฌย
รขโฌลDi IGI saya panen banyak ilmu. Banyak pakar yang bergabung di IGI. Segala isu baru dan perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia selalu dibahas dan didiskusikan dengan seru di IGI. Hal ini kemudian saya sebarkan pada teman-teman sehingga saya menjadi รขโฌหpapan pitakonanรขโฌโข alias tempat bertanya teman-teman. Bukan hanya teman-teman satu sekolah dan MGMP tapi juga teman-teman lain yang tidak semapel. Karena bergabung dengan IGI maka saya bisa menjadi narsum K 13 di MGMP. รขโฌล Rohani Cahya, SMAN 1 Balen. รขโฌลSemua teman di IGI itu seperti keluarga yang bikin betah. Bergabung dengan IGI serasa mendapatkan paket komplit yang patut disyukuri.รขโฌย
Ada 40 lebih guru IGI Jatim yang menuliskan alasannya mengapa mereka memilih IGI dalam buku ini. Saya hanya mengutip beberapa di antaranya. Dan itu semuanya membuat saya benar-benar dilanda oleh rasa haru dan syukur yang tidak terhingga. Mata saya benar-benar basah membaca buku ini. Buku yang benar-benar ditulis dari hati para guru yang merasakan nikmatnya menjadi bagian dari organisasi profesi guru yang bernama IGI. IGI yang dulunya bernama Klub Guru Indonesia ini ternyata sekarang benar-benar menjadi sumber inspirasi untuk menghidupkan semangat dan nyala api idealisme para guru se Indonesia.
Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, demikian kata almarhum Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan. IGI adalah organisasi profesi guru yang sangat nyata perannya dalam mengubah dunia pendidikan di Indonesia.
Selamat untuk IGI. I love you veryรขโฌยฆvery much.
Surabaya, 6 Februari 2019
*Satria Dharma*
Pendiri dan Ketua Umum IGI Pertama
(2009-2011 dan 2011-2016)
Tanggapan & Komentar Pembaca (0)
Tulis Tanggapan Anda